sejarah-asal-usul-perayaan-hari-valentines-day

Dari sekian banyak momen romantis, perayaan Valentine menjadi salah satu hal “penting” dalam hubungan percintaan. Di hari spesial ini jalanan penuh dengan hiasan berwarna merah dan pink. Ditambah lagi ada berbagai diskon makanan dan pernik-pernik bertema Valentine yang ramai bermunculan.

Namun, tahukah Anda apa makna di balik perayaan Valentine itu? Apa Anda termasuk orang-orang yang suka ikut-ikutan tren saja? Nah, supaya tidak dianggap kurang pemahaman, pahami dahulu perayaan Valentine yang dibahas dalam artikel berikut.

Pengertian & Makna Valentine’s Day

Hari Valentine dirayakan pada tanggal 14 Februari. Perayaan Valentine digunakan sebagai momen untuk mengungkapkan kasih sayang kepada orang tercinta.

Cara Merayakan Hari Valentine

Hari Valentine terkenal di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada. Pada Hari Valentine orang-orang akan mengekspresikan kebahagiaan mereka dengan beragam cara.

  • Bertukar mawar merah.
  • Mengirimkan kartu ucapan.
  • Memberikan sekotak cokelat.
  • Mengadakan pesta di mana pria dan wanita berdansa.

Namun, bukan berarti bahwa Hari Valentine harus dirayakan oleh pasangan saja. Anda bisa memberikan hadiah sebagai bentuk kasih sayang kepada sahabat, orang tua, saudara, atau bahkan hewan peliharaan. Namanya juga hari kasih sayang, maka sudah sepantasnya kita saling berbagi kasih sayang, betul?

Hubungan antara Valentine dan Cupid

Pasti Anda pernah melihat gambar anak kecil bersayap yang membawa panah cinta yang disebut cupid. Tidak jelas kapan cupid terlibat, tetapi ada alasan mengapa ia menjadi bagian dari perayaan ini.

Dalam mitologi Romawi cupid adalah anak dari dewi cinta dan kecantikan, Venus. Cupid menembakkan panah cinta pada dewa dan manusia agar saling mencintai.

Di sisi lain, menurut mitologi Yunani Cupid adalah Eros, sang dewa cinta yang asal-usul orang tuanya simpang siur. Eros digambarkan sebagai dewa tampan yang menggunakan panah emas untuk membuat orang jatuh cinta. Namun, pada zaman Hellenistic ia justru dideskripsikan sebagai anak gemuk yang nakal.

Sejarah & Asal-Usul Hari Valentine

Jika kembali ke masa lampau, sejarah/asal usul perayaan Valentine’s Day bisa dibilang cukup lama. Di dalamnya terdapat berbagai kisah, legenda, dan spekulasi yang beberapa di antaranya masih diragukan kebenarannya.

Saint Valentine

Nama Valentine sendiri diambil dari nama Saint Valentine yang menjadi martir karena melakukan kesalahan tertentu. Pihak gereja Katolik mengatakan bahwa setidaknya ada tiga (3) orang yang sama-sama bernama Valentine or Valentinus, yang dihukum mati. Lalu siapa pula Saint Valentine atau Santo Valentinus ini?

  • Pertama, Saint Valentine diduga memimpin upacara pernikahan prajurit Romawi yang sebenarnya dilarang. Saat itu, ada anggapan bahwa para pria muda akan menjadi prajurit yang lebih baik jika tidak menikah.
  • Kedua, dikatakan bahwa Saint Valentine menulis kata “Valentine” kepada seorang gadis sebelum dieksekusi mati. Valentine sebelumnya dipenjara karena mencoba membantu para tawanan Romawi untuk melarikan diri. Ada yang bilang gadis yang dicintainya ini adalah muridnya sendiri dan yang lain mengatakan bahwa gadis tersebut adalah putri penjaga penjara.
  • Ketiga, ada pula Saint Valentine of Terni, seorang uskup yang dihukum mati oleh Claudius II di luar Roma.

Festival Kesuburan

Pada zaman Romawi kuno, orang-orang merayakan “Lupercalia” di pertengahan bulan Februari. Perayaan ini ditujukan kepada dewa pertanian. Seorang pendeta Romawi akan berlari tanpa busana di sepanjang jalan sambil “menampar” para wanita dengan kulit binatang. Kulit binatang yang sudah dibasuh darah ini dipercaya mampu meningkatkan kesuburan.

Britannica.com ikut menambahkan bahwa para wanita “malang” ini akan dipasangkan dengan pria dengan cara undian. Meskipun alasannya tidak jelas, pada abad ke-5 A.C.E. (setelah era umum), Paus Gelasius I meniadakan hari Lupercalia dan menggantinya dengan Hari Valentine yang kita kenal sekarang ini.

Abad Pertengahan

Para sejarawan meyakini bahwa Geoffrey Chaucer adalah orang pertama yang menghubungkan Valentine dengan hal-hal romantis. Geoffrey Chaucer sendiri adalah seorang penyair yang berkarya di abad pertengahan. Sejak saat itu, kata Valentine makin sering digunakan untuk menggambarkan cinta di berbagai karya misalnya pada buku berjudul “The Young Man’s Valentine Writer” (Real Simple Editors, 2024).

Abad 19

Seiring berjalannya waktu, Valentine dirayakan dengan saling bertukar surat cinta dan memberi bunga. Sementara Richard Cadbury memproduksi sekotak cokelat berbentuk hati pertama, sebuah Perusahaan Amerika juga mulai memperkenalkan kartu ucapan Valentine.

Pandangan Menurut Agama

Di Indonesia muncul berbagai perdebatan tentang boleh tidaknya merayakan Hari Valentine. Banyak masyarakat yang merayakan tanpa tahu sejarah di balik hari kasih sayang ini.

Pandangan Menurut Agama Katolik dan Kristen

Tujuan Paus Gelasius I menetapkan Saint Valentine’s Day (Hari Valentine) adalah untuk memperingati kematian Santo Valentine. Namun, ada yang percaya bahwa perayaan ini berawal dari paham paganisme yang dianut bangsa Romawi. Paganisme adalah kepercayaan yang memuja alam dan menyembah banyak dewa (KBBI).

Bernock (2023) berpendapat bahwa, Hari Valentine adalah kesempatan bagus untuk merayakan kasih sayang entah itu Bersama keluarga, teman, kekasih, atau para tetangga karena Yesus berkata bahwa orang akan mengenal kita dari cinta kita. Akan tetapi, tujuan perayaan Valentine sendiri sudah dimodifikasi sedemikian rupa mulai dari merayakan kesuburan hingga pembersihan dosa. Selain itu, Hari Valentine bukan seperti Hari Natal misalnya, yang berhubungan dengan Yesus.

Pandangan Menurut Agama Islam

Walaupun maksudnya mungkin baik, Hari Valentine tidak seharusnya dirayakan tanpa memahami maksud dan tujuannya.

Larangan meniru orang kafir

Perayaan Valentine’s Day termasuk dalam kebiasaan orang kafir, yaitu bangsa Romawi yang waktu itu tidak menyembah Allah. Dengan demikian, hal ini jelas haram hukumnya meskipun sudah “di-Kristenkan” atau diadopsi sebagai salah satu perayaan dalam agama Kristen. Nabi Muhammad saw. juga bersabda bahwa “Barang siapa yang menyerupai sekelompok orang maka dia adalah bagian dari mereka.”

Romantisisme yang menyesatkan

Tidak bisa dimungkiri bahwa perayaan Valentine’s Day yang banyak dilakukan saat ini lebih merujuk pada hubungan antara pria dan wanita dan free sex. Islam mengajarkan manusia untuk saling mengasihi dan bukan mengajarkan hal-hal buruk.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2017 karena dua sebab utama. (1) Hari Valentine tidak berasal dari agama Islam. (2) Perayaan Valentine dianggap bisa menjerumuskan umat Islam ke dalam perbuatan maksiat.

Fakta Unik

  1. Orang Jepang merayakan “White Day” pada tanggal 14 Maret. Kebalikan dari Hari Valentine, saat White Day laki-laki lah yang memberikan cokelat kepada perempuan.
  2. Galentine Day jatuh pada tanggal 13 Februari yang dirayakan khusus bersama teman dan sahabat. Hari unik ini tampaknya dipopulerkan oleh karakter Amy Poehler yaitu Leslie Knope dalam “Parks and Recreation”.
  3. International Quirkyalone Day adalah hari dimana para jomblo merayakan kesendirian mereka walaupun jatuh pada tanggal yang sama dengan Hari Valentine. Sejak tahun 2003, momen ini dipakai untuk menghargai self-love dan cinta platonik.
  4. Dilansir dari safnow.org, lebih dari 250 juta bunga mawar diproduksi untuk Hari Valentine yang sebagian besar terdiri dari mawar merah.

Begitulah, paparan singkat tentang perayaan Valentine’s Day. Semoga makin menambah wawasan Anda. Apa pun keputusan Anda, jangan sampai melakukan hal-hal negatif apalagi yang dilarang oleh agama.

Leave A Comment

Produk Pilihan
  • ines-bunga-papan-ucapan-dari-athaya-untuk-daerah-lombok-dan-ntb
    Ines

    Original price was: Rp 1.500.000.Current price is: Rp 1.300.000.

  • preslie-parcel-snack-natal-dari-athaya-yang-terdiri-dari-almond-cookies-red-velvet-cookies-pouch-kastengel-j&w-sparkling-jc-putri-genit-papoteto-dan-ornamen-natal
    Preslie

    Original price was: Rp 1.500.000.Current price is: Rp 1.200.000.

  • beatrice-buket-bunga-dari-athaya-dengan-rangkaian-sepuluh-bunga-mawar-dan-wrapping-selaras-dengan-tema-bunga-mawar-yang-dipesan
    Beatrice

    Original price was: Rp 600.000.Current price is: Rp 450.000.

Produk Favorit
Hand Bouquet
Standing Flower
Bunga Meja