
Ikebana bukan sekedar merangkai bunga biasa, melainkan memiliki filosofi dan maknanya tersendiri. Bahkan setiap tangkai, daun, dan bagian lainnya pun memiliki banyak makna dan peran penting dalam kehidupan. Mari kita bahas apa yang dimaksud dengan ikebana dan seperti apa filosofi dan budaya ikebana pada artikel di bawah ini.
Apa Arti Ikebana?
Mulanya, ikebana sendiri hanyalah rangkaian bunga yang terdiri dari 3 tangkai bunga dan dipersembahkan untuk Budha dan roh leluhur. Tangkai bunga yang ukurannya lebih panjang diposisikan pada bagian tengah, sedangkan 2 lainnya pada bagian kiri kanannya.
Setiap tangkai bunga tersebut memiliki maknanya tersendiri. Pertama, tangkai bunga melambangkan surga atau kebenaran. Kedua, 2 tangkai lainnya melambangka alam/ kehidupan.
Ikebana memiliki nama lain dalam Bahasa Jepang, yakni kado. Secara istilah makannya “ka” artinya bunga dan “do” artinya jalan kehidupan. Nah, dalam ikebana ini terdapat berbagai aliran yang masing-masingnya punya cara tersendiri saat merangkai bunga.
Ada yang mengharuskan orang melihat rangkaian bunga tepat dari bagian depan, yang lainnya ada yang mengharuskan orang melihat rangkaian bunga yang berbentuk tiga dimensi sebagai dua dimensi saja.
Rangkaian bunga yang umumnya kita temui biasanya menggunakan teknik merangkai dari Barat, atau biasa disebut sebagai flower arrangement. Teknik ini biasanya cenderung bersifat dekoratif. Berbeda dengan ikebana yang justru berusaha menciptakan harmoni dalam bentuk liner, warna, dan ritme. Maksudnya, ikebana sebenarnya justru tidak mementingkan keindahan bunga, melainkan aspek pengaturannya menurut garis linier.
Selanjutnya, mari kita bahas makna ikebana secara harfiah. Ikebana sendiri berasal dari dua kanji yakni “ikeru” artinya menghidupkan atau memberikan kehidupan dan “hana” artinya bunga. Jika digabung, maka maknanya menjadi menghidupkan bunga atau memberikan kehidupan baru pada melalui bunga yang dipilih.
Prinsip Dasar Ikebana
Ada beberapa prinsip dasar yang membuat ikebana sangat berbeda dari seni merangkai bunga barat, diantaranya:
1. Garis
Ikebana sangat mengedepankan keindahan garis. Jadi, adanya ranting, daun, dan bunga tujuannya adalah untuk menciptakan garis-garis yang bersifat dinamis dan ekspresif.
2. Ruang
Pada rangkaian ikebana, terdapat ruang kosong yang sebenarnya berguna untuk menciptakan keseimbangan antara komposisi dan harmoni dalam komposisi.
3. Minimalisme
Penggunaan sedikit elemen pada ikebana bukanlah tanpa alasan, melainkan untuk menciptakan efek yang kuat. Meski terkesan sederhana, justru inilah kunci keindahan dari ikebana itu sendiri.
4. Alam
Ikebana juga mencerminkan keindahan alam dan siklus kehidupan lewat rangkaian bunganya. Karena itulah, bunga-bunga sering disusun seperti cara mereka tumbuh.
5. Filosofi
Filosofi ikebana punya makna yang sangat mendalam, dimana mencerminkan konsep seperti wabi-sabi artinya keindahan dalam ketidaksempurnaan dan ichi-go-ichi-e artinya setiap pertemuan adalah unik dan berharga.
Gaya Ikebana
Ikebana juga memiliki beberapa gaya. Setiap gaya ini dipercaya punya filosofi dan estetika yang berbeda dengan lainnya.
1. Gaya Rikka
Gaya Rikka adalah rangkaian bunga yang mengusung konsep gaya tradisional dan mulai berkembang pada abad ke-16. Gaya ini melambangkan keagungan alam seperti sungai, awan, gunung, dan keindahan bumi lainnya.
2. Shoka
Kedua, rangkaian ikebana dengan gaya Shoka memang tidak terlalu formal namun lebih sederhana daripada Rikka. Filosofi gaya ini berfokus pada keindahan alami bunga itu sendiri. Setelah restorasi meiji 1868, gaya Shoka ini semakin berkembang karena adanya pengaruh dari Budaya Eropa yang saat itu masuk ke Jepang.
Selain itu, yang tak banyak diketahui orang, Shoka ini sebeanrnya memiloki variasi rangkaian bunga yang dikenal dengan Nageire. Variasi rangkaian bunga ini menggunakan media tempat vas yang tinggi dengan rangkaian hampir bebas. Lalu, juga ada Moribana yang menggunakan adah rendah dan bermulut lebar.
3. Jiyuka
Gaya terakhir adalah Jiyuka. Nah, ini adalah bentuk kebebasan penuh dalam ikebana modern. Jadi, filosofi dari gaya ini adalah melambangkan kreativitas dan ekspresi jiwa perangkainya. Dengan kata lain, tak ada aturan kaki tetapi mempertahankan nilai dasar dari ikebana itu sendiri.
Perbedaan Ikebana dengan Rangkaian Bunga Barat
Pertama, perbedaaan ikebana dan rangkaian bunga barat yang paling mendasar adalah fokus masing-masing rangkaian. Rangkaian bunga barat menempatkan bunga sebagai pusat perhatian utama. Sementara itu, ikebana justru memandang keindahan seabgai kesatuan desain, dimana semua hal seperti bunga, batang, hingga daun, dan ruang sama-sama punya peran yang penting.
Kedua, ikebana cenderung menampilkan batang dan garis alami sebagai elemen visual utama dalam komposisinya. Berbeda dengan rangkaian bunga barat yang justru batang dan penopang disembunyikan dengan tujuan agar rangkaian bunganya tetap terlihat rapi dan penuh.
Dari komposisinya, rangkaian bunga barat juga cenderung lebih rapat, padat, dan simetris. Sedangkan, ikebana mengutamakan susunan asimetri dan berlika-liku yang memberikan kesan gerak, natural, dan kebebasan.
Selanjutnya, ruang kosong pada setiap rangkaian bunga barat cenderung dinilai sebagai hal yang harus dihindari. Namun, ikebana justru menjadikannya sebagai elemen penting dan sangat bermakna dalam rangkaiannya.
Pembeda terakhir adalah rangkaian bunga biasanya hanya menggunakan bunga segar. Sementara itu, ikebana justru bebas memadukan bunga dengan elemen non bunga. Misalnya, rumput, ranting, bambu, tanaman hidup maupun kering. Bagi ikebana, ini akan menciptakan sebuah perpaduan yang sangat harmonis.
Tips Merangkai Bunga
- Bisa memilih berbagai jenis tanaman yang menurut kamu sangat menarik.
- Susun dan rangkai agar punya bentuk yang seimbang, baik itu dari komposisi warna, bentuk, tangkai, bunga, atau bahkan penempatannya.
- Apabila kamu menggunakan bahan dasar pohon pisang-pisangan, maka ambillah dalam jumlah ganjir buahnya yang berwarna mencolok. Tujuannya supaya tetap tampil cantik. Bila perlu, kamu bisa menambahkan dedaunan berwarna hijau untuk memperindah tampilannya.
- Bebas memilih wadah apa saja. Contohnya, vas, keranjang bambu atau rotan, gelas tinggi, hingga pot tanah liat.
- Untuk menciptakan kesan menarik dan unik pada tanaman, bisa menambahkan kerikil atau kelereng secukupnya ke dalam wadah.
- Pastikan untuk selalu rutin merawatnya dengan mengganti airnya setiap hari, mengisi pot dengan air secukupnya, dan potong sedikit demi sedikit bila ada batang yang busuk. Selain itu, supaya posisi rangkaian bunga tetap tampil segar, maka daun dan kelopak bunganya bisa disemprotkan dengan air.
Nah, dari penjelasan di atas, kita bisa tahu bahwa ikebana benar-benar mengajarkan kita apa arti dari sebuah keindahan dalam kesederhanannya. Jika kamu juga tertarik untuk memiliki rangkaian bunga agar rumah terasa lebih hidup dan berwarna, temukan rangkaian bunga yang cocok melalui Athaya Florist.
Athaya juga punya jasa dekorasi untuk momen berharga dalam hidup seseorang, seperti ulang tahun, tunangan, lamaran, hari lahir, anniversary, bridal shower, dan masih banyak lagi.
Bila kamu butuh saran untuk jenis bunga dan rangkaian yang ingin dibuat, kami siap sedia untuk berkonsultasi. Lebih lengkapnya, simak katalog bunga kamu dengan cara klik disini.







































