Bunga Adenium dari pexels.com oleh Gabriel San Miguel

Tahukah Anda tentang bunga adenium? Di Indonesia tanaman ini lebih dikenal dengan nama Kamboja Jepang. Dalam bahasa Inggris, adenium dijuluki Desert Rose. Lho, kok namanya berbeda-beda? Jadi, adenium itu bunga seperti apa? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, telah kami rangkum fakta-fakta unik den penting mengenai bunga adenium untuk Anda!

Asal

Sebagai tanaman endemik peninsula Arab, adenium juga ditemukan di Afrika. Persamaan dari tempat-tempat tersebut adalah mempunyai iklim hangat dan kering. Adenium sebenarnya adalah nama genus, dan nama latin Kamboja Jepang ini adalah adenium obesum. Kata “adenium” merujuk pada tempat di mana tanaman ini ditemukan kembali yaitu di Aden, Yaman. Sedangkan kata “obesum” berasal dari bahasa Latin yang berarti “bengkak”.

Mawar Gurun versus Kamboja Jepang

Nama bisa menipu. Itulah istilah yang tepat untuk bunga adenium. Istilah desert rose (mawar gurun) di sini dipakai karena warna merah muda adenium yang mencolok. Selain itu, tidak banyak tanaman yang bisa tumbuh dan bertahan di padang pasir.

Faktanya, adenium bukan berasal dari genus yang sama dengan kamboja dan bunga ini tidak berasal dari Jepang. Nama kamboja dipakai karena secara tampilan, adenium mirip dengan kamboja asli. Sedangkan bentuknya yang mini seperti bonsai mengingatkan orang akan negara Jepang.

Meski ada detail-detail lain yang membedakan keduanya, perbedaan yang paling mencolok adalah ukuran kedua tanaman tersebut. Lebih jauh lagi, adenium adalah tanaman sukulen. Ini adalah karakteristik yang tidak dimiliki baik oleh bunga mawar maupun kamboja.

Kandungan Racun

Di balik keindahannya, adenium tergolong tanaman beracun bagi manusia dan hewan (kucing, anjing, dan kuda). Bahkan racunnya mampu membunuh seekor gajah. Oleh karena itu, ASPCA (American Society for the Prevention of Cruelty to Animals) menganjurkan untuk menjauhkan adenium dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Racun dalam adenium terkandung di semua bagian tanaman. Kontak dengan racun ini akan menimbulkan penyakit yang menyerang sistem pencernaan, kardiovaskular, saraf, dan tingkat elektrolit. Beberapa gejala keracunannya adalah tekanan darah rendah, pening, muntah, dll. Gejala ini akan muncul 12-36 jam setelah kontak.

Sebagai pencegahan, selalu pakai sarung tangan pelindung ketika melakukan kontak dengan adenium. Setelah itu, jangan lupa untuk membersihkan tangan Anda secara menyeluruh.

Habitat dan Iklim

Habitat asli adenium di sekitar peninsula Arab sub-Sahara Afrika terkenal dengan iklimnya yang kering. Di wilayah ini, hujan turun di musim panas dan keadaan menjadi kering selama musim dingin. Untungnya, adenium masih bisa tumbuh di daerah beriklim tropis atau semitropis.

Pada dasarnya adenium cukup mudah menyesuaikan diri dengan beragam kondisi selama ada banyak sinar matahari dan tanah berdrainase baik. Masa mekar bunga juga bisa dibilang cukup lama. Suhu minimal yang disukai bunga ini adalah mulai dari 21 °C. Dengan kemampuannya menyimpan air, adenium bahkan mampu bertahan dalam suhu hingga 37 °C.

Penyerbukan

Penyerbukan adenium terjadi bantuan angin (anemophilous), serangga (entomophilous), atau manusia. Tanaman ini bisa diperbanyak dengan biji atau stek batang. Penggunaan metode stek batang cenderung memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berhasil dibandingkan dengan biji.

Bentuk, Warna, dan Aroma

Selanjutnya kita akan membahas morfologi dan karakteristik dari adenium.

  1. Akar. Akar akan membesar seperti umbi ketika menyimpan air. Ketika muncul di atas tanah, bentuknya jadi seperti bonsai.
  2. Batang. Besar, lunak, tidak berkambium, warna keabuan, dan bisa membesar seperti akar. Tinggi rata-rata 2-3 meter di alam liar. Jika ditanam di pot/kontainer, ukurannya akan lebih pendek.
  3. Daun. Bentuknya beragam mulai dari kecil/besar, runcing, lonjong, serta dengan/tanpa bulu. Berwarna hijau dengan panjang sekitar 10 cm.
  4. Bunga. Bentuk mirip terompet dan terdiri dari 5 kelopak. Panjang 5 cm dan berdiameter 7 cm. Pada sejumlah varietas baru sudah didapatkan bentuk kelopak bunga yang tersusun menyerupai mawar.
  5. Warna. Merah dan merah muda adalah warna yang umum ditemukan pada adenium. Namun, ada jenis lain yang memiliki warna putih, kuning, dan ungu.
  6. Aroma. Tidak ada aroma yang khas. Hasil persilangan untuk menghasilkan hibrida/varietas baru mungkin bisa menghasilkan adenium yang harum.

Baca juga : Tips Mudah Merawat Bunga Aster

Arti/Makna

Berdasarkan beberapa aspek seperti budaya, negara, dan warna, adenium memiliki sejumlah makna yang menarik.

Menurut Budaya di Beberapa Negara

Dalam bahasa Cina, adenium disebut fuguiha yang berarti bunga kemakmuran atau kekayaan. Batangnya yang tebal menjadi simbol dari keberuntungan, kesuburan, dan kelimpahan. Menurut feng sui, adenium adalah bunga yang cocok untuk ditanam di rumah, mengingat kemampuan adaptasinya yang baik.

Di India, adenium adalah bunga populer yang dikatakan mampu memberikan keberuntungan. Dalam 50 tahun terakhir, bunga ini telah dibudidayakan secara masal.

Menurut sebuah legenda kuno asal Thailand.  ketika adenium ditanam di hari Rabu ke arah tenggara, Anda bisa mendapatkan manfaat energi yang sangat banyak. Adenium juga sering dihubungkan dengan agama Budha dan kesucian. Makna yang cukup unik ditemukan di Afrika. Di sini adenium melambangkan dunia para arwah/roh.

Menurut Warna

  1. Merah (kemakmuran, keberuntungan, dan uang)
    • Populer di Cina karena warna merah dipercaya membawa keberuntungan.
  1. Merah muda (kedamaian, kebahagiaan, dan peremajaan)
    • Sering dipilih untuk ditanam di pot.
  1. Putih (kesucian)
    • Sebenarnya tidak ada adenium yang seluruh warnanya putih. Namun, beberapa ahli tanaman Asia rupanya berhasil memproduksi adenium putih murni.
    • Makna lainnya termasuk kekuatan, kematian, ilusi, fiksi, khayalan, ketahanan, ketekunan, dan harapan.

Cara Menanam

Dasar dari menanam  adenium adalah meniru habitat aslinya di gurun pasir.

Proses Menanam

  1. Pilih tempat yang kering dan terang di kebun atau rumah Anda.
  2. Beli campuran tanah khusus sukulen. Anda juga bisa membuat mencampur pasir, lumut, dan kerikil, atau pasir, sekam, dan pupuk kandang/kompos (2:1:1).
  3. Beli bibit atau pohon indukan dengan usia minimal 1 (satu) bulan. Pilih yang sehat dan bebas penyakit.
    • Menanam di Lahan
      • Buat lubang berukuran 30x30x30 cm dan biarkan selama 2 minggu sambil menunggu hama dan penyakit mati.
      • Tutup lubang dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang (1:1).
      • Tanam bibit bunga.
    • Menanam di Pot
      • Pilih pot tanah liat dengan lubang di bagian bawah.
      • Letakkan pecahan genting atau kerikil ke dasar pot, lalu tambahkan campuran tanah yang ideal.
      • Masukkan bibit ke dalam lubang yang berukuran 2,5-5 cm.

Baca juga : Bunga Freesia yang Harum untuk Hari-Hari Spesial

Perawatan

Selesai menanam, maka Anda harus melakukan perawatan yang tepat supaya adenium bisa berbunga dengan indah.

  1. Pastikan tanaman mendapat sinar matahari penuh setidaknya 6 jam/hari.
  2. Siram adenium secukupnya menggunakan spray saat tanah hampir kering di pagi atau sore hari.
  3. Beri pupuk NPK langsung di tanah sekitar batang setiap 3-6 bulan sekali.
  4. Pangkas cabang/ranting dengan jarak ±5 cm dari pangkal cabang. Lakukan ini ketika batang sudah terlalu panjang atau ketika pucuk daun atau kuncup bunga belum juga tumbuh. Gunakan pisau atau gunting yang tajam.
  5. Kontrol penyiraman dengan benar karena tanah yang lembap akan menjadi sumber hama dan penyakit. Sedikit air lebih baik daripada terlalu banyak.
  6. Periksa kondisi tanaman secara rutin, terutama tanah dan bagian bawah daun dan bunga karena biasanya para hama tinggal di sana.

Manfaat Bunga Adenium

Walaupun termasuk tanaman beracun, adenium ternyata masih memilki manfaat yang baik.

  • Di sejumlah negara di Afrika dan Timur Tengah, adenium dikenal sebagai tanaman obat. Bunga ini mengandung beberapa senyawa kimia seperti flavonoid dan karbohidrat. Dari sisi farmasi, tanaman ini bisa bekerja sebagai antikanker, antiviral, antioksidan, dan antimikrobial.
  • Sejumlah penyakit yang konon bisa disembuhkan yaitu sakit otot dan sendi, penyakit kulit, rinitis, dan sebagainya. Bagian tanaman yang biasa dipakai untuk obat adalah akar.
  • Di luar dunia pengobatan, getah adenium dipakai sebagai racun anak panah dan racun ikan. Hal ini umum ditemui pada budaya Afrika misalnya dalam permainan berburu.
Leave A Comment

Produk Pilihan
  • alessia-papan-duka-cita-dari-athaya-untuk-area-Sulawesi-sebagai-tanda-berbela-sungkawa-yang-mendalam-kepada-kerabat-anda-di-Jawa-Timur
    Alessia

    Rp 700.000

  • arielle-papan-duka-cita-dari-athaya-untuk-area-Jawa-Timur-sebagai-tanda-berbela-sungkawa-yang-mendalam-kepada-kerabat-anda
    Arielle

    Rp 1.350.000

  • bigbear-bunga-meja-premium-berbentuk-boneka-beruang-dari-athaya-dengan-rangkaian-bunga-mawar
    BigBear

    Rp 5.000.000

Produk Favorit
Hand Bouquet
Standing Flower
Bunga Meja