
Setiap orang punya cerita dan masalahnya tersendiri, begitu pula dengan solusinya. Ada yang memilih menyimpannya sendiri namun ada juga yang membutuhkan orang lain untuk mendengarkan ceritanya. Nah tipe kedua ini biasanya akan membuat dirinya lebih tenang dan lega setelah berbagi cerita pada orang lain. Disinilah peran empati harusnya muncul. Apa arti empati yang dimaksud disini? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Empati?
Sebelum kita membahas tentang contoh empati, ada baiknya untuk tahu terlebih dahulu apa sih arti empati dan seperti apa ciri-ciri sikap empati. Jadi, empati merupakan kemampuan seseorang untuk merasakan, memahami, dan bahkan melibatkan diri secara emosional terhadap kondisi yang dialami oleh orang lain tanpa harus mengalami kondisi tersebut.
Seseorang yang menunjukkan sikap empati tidak hanya mendengar cerita lalu memberikan saran atas masalah yang dihadapi orang lain, melainkan ikut memahami apa yang sedang dirasakannya.
Di samping itu, empati juga memiliki makna yang lebih mendalam dikarenakan adanya koneksi emosional yang dirasakan oleh orang tersebut.
Oleh karena itulah, orang yang bersikap empati mampu membaca isyarat non verbal pada diri seseorang, terutama ketika mereka terlibat sebuah masalah. Misalnya, dari nada suara, sikap yang berbeda, dan bahasa tubuhnya.
Ciri-Ciri Empati
Untuk mempermudah kamu mengetahui seperti apakah sikap seseorang yang memiliki empati, berikut penjelasan lengkapnya.
1. Mendengarkan dengan penuh perhatian
Nah, mendengarkan yang dimaksud bukan sekedar mendengar tanpa tahu makna yang sedang dibicarakan oleh orang tersebut, melainkan mendengarkan dengan memberikan perhatian penuh dan fokus. Orang yang berempati juga tidak menyela pembicaraan orang lain ketika mereka bercerita, tidak terburu-buru memberikan solusi, dan tidak mengalihkan pembicaraan.
2. Dapat menempatkan diri pada posisi orang lain
Karena berempati melibatkan perasaan emosional, artinya mereka juga dapat menempatkan dirinya pada posisi orang lain. Dengan begitu, ia bisa merasakan apa yang sedang dirasakan oleh orang lain. Inilah yang membuat mereka tidak mudah menyalahkan ataupun menghakimi orang lain saat mereka menceritakan kesalahan dan masalahnya.
3. Peka terhadap perasaan orang lain
Orang yang berempati sangat peka terhadap perubahan mood dan perasaan orang lain meski itu hanya perubahan kecil dari dirinya. Contohnya, perubahan ekspresi, gestur tubuh, nada suara, tindakan, dan lainnya. Dengan mengetahui perasaan seseorang, maka mereka pun tahu kapan orang lain butuh ruang dan teman untuk bercerita.
4. Dapat mengendalikan emosi sendiri
Ciri-ciri lainnya adalah mereka cenderung stabil secara emosional. Oleh sebab itulah, ia bisa hadir kapan saja untuk orang lain. Namun, bukan berarti ia memendam emosinya sendiri, melainkan dapat mengendalikan dengan baik dan menenangkan pikirannya kembali dalam waktu yang singkat. Karena itu, mereka juga tidak akan terseret oleh emosi negatif yang dimiliki oleh orang lain.
5. Tidak memaksakan pendapat
Orang yang berempati dapat memberikan dapat memberikan saran dengan tutur kata yang lembut tanpa memaksakan pendapatnya, apalagi sampai membuat orang lain merasa bersalah ketika pendapatnya ditolak.
Mereka juga tidak memberikan komentar yang menghakimi ataupun menyudutkan setelah orang lain selesai bercerita. Nah, justru mereka memberikan kata-kata dukungan, semangat, dan motivasi yang membuat orang lain merasa didukung dan dihargai.
Contoh Empati
Berikut adalah contoh empati yang mungkin pernah atau akan kamu temui dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya:
1. Ikut merayakan kebahagiaan orang lain
Ketika teman mendapatkan pencapaian besar, misalnya promosi jabatan yang bahkan lebih tinggi daripada jabatanmu sekarang, maka seseorang yang bersikap empati akan ikut merayakan kebahagiaan tersebut. Alih-alih menunjukkan sifat iri hati, justru orang berempati akan memberikan ucapan dan harapan dengan tulus tanpa mengasihani diri sendiri.
2. Memahami ketika orang lain sedang butuh waktu sendiri
Kita memang tidak pernah tahu seperti apa isi hati seseorang. Namun, orang berempati justru dapat membacanya lewat ekspresi dan tindakan yang dilakukan oleh orang lain. Nah, orang yang berempati akan memahami hal tersebut dan membiarkan mereka untuk menyembuhkan dirinya sendiri terlebih dahulu. Ketika mereka sudah siap berbicara kembali, maka terimalah dan sambutlah dengan tulus.
3. Menemani teman yang sedang punya masalah
Ciri-ciri orang yang sedang dihadang masalah dapat dilihat dari perubahan sikap dan tindakannya, misalnya terlihat murung, sedih, atau tidak bersemangat. Nah, orang yang bersikap empati akan senantiasa duduk lalu menemani temannya. Bila membutuhkan saran, maka mereka siap sedia untuk hadir tanpa perlu bertanya. Biarkan teman tersebut menceritakan apa yang dirasakannya dan tetaplah hadir dengan dukungan di sampingnya.
Cara Membangun Sikap Empati
Selanjutnya, kita akan membahas bagaimana cara membangun sikap empati dalam diri kita. Mungkin diantara kamu banyak yang bertanya-tanya, apakah empati itu bisa dibangun meski sudah beranjak dewasa? Apakah sikap empati itu ditentukan faktor genetik dan sebagainya?
Pertama, tentu saja bisa. Kedua, empati tidak sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetik. Oleh sebab itu, siapa pun bisa menjadi pribadi yang lebih peka dan peduli terhadap perasaan orang lain bila memang siap untuk berlatih dan membuka diri untuk peluang tersebut.
Sikap empati tumbuh dari proses belajar untuk memahami perasaan orang lain. Nah, berikut adalah hal-hal yang perlu kamu lakukan untuk menumbuhkan sikap empati.
1. Belajar menerima perbedaan
Kenapa hal ini sangat penting? Dikarenakan, ketika kita dapat menerima setiap perbedaan, artinya kita juga dapat menerima bahwa setiap orang punya karakter dan sikap yang berbeda-beda.
Dengan begitu, akan lebih mudah bagi kamu untuk memahami perasaan seseorang tanpa memikirkan perbedaan latar belakang antara dirimu dan orang lain. Tak kalah penting, kamu juga dapat menerima bahwa orang lain punya pola dan cara pikirnya sendiri.
2. Membiasakan diri untuk mendengarkan secara aktif
Jika sebelumnya kamu merasa bosan saat mendengarkan orang lain bercerita, maka mulai dari sekarang belajarlah untuk melatih kebiasaan ini. Kamu juga harus tahu bahwa ini bukan hanya tentang “mendengarkan” saja, melainkan memahami cerita yang disampaikan dan fokus pada perasaan mereka.
3. Memperluas sudut pandang
Untuk langkah ini mungkin akan semakin terbiasa setelah kamu semakin sering mendengarkan cerita dan kisah dari orang lain. Kamu akan terbiasa untuk melihat situasi dan perspektif yang berbeda dengan perspektif dirimu sendiri. Hingga akhirnya munculnya pertanyaan, “Gimana ya kalau aku di posisi mereka? Apa yang akan aku rasakan?”.
4. Meningkatkan kemampuan membaca bahasa tubuh orang lain
Setelah penjelasan sebelumnya bahwa sikap empati dapat berawal dari kepedulian kita terhadap perubahan ekspresi, nada bicara, atau sikap yang ditunjukkan oleh orang lain. Oleh karena itu, saat kamu menemukan situasi seperti ini, maka akan lebih mempermudah kamu untuk memahami perasaan yang sedang dirasakannya. .
Itulah arti dan contoh empati yang perlu Anda ketahui. Setiap orang selalu punya cara berbeda untuk menunjukkan kepeduliannya kepada seseorang. Bukan sekedar kata-kata dan pelukan hangat, memberikan dukungan lewat rangkaian bunga dari Athaya Florist juga bisa menyampaikan rasa pedulimu.







































