
Pernahkah kamu ngerasa gak nyaman setelah mengakhiri hubungan karena banyaknya hal-hal yang bikin kamu masih penasaran dan butuh penjelasan? Nah, istilah ini disebut sebagai closure. Banyak sekali pasangan yang sering mengabaikan hal ini yang akhirnya membuat kamu jadi susah move on, bukan karena masih sayang, tetapi karena belum ada closure yang jelas.
Arti Closure dalam Sebuah Hubungan
Closure dapat diartikan sebagai proses dari suatu hubungan untuk mendapatkan kejelasan, penyelesaian, ataupun penutupan emosional setelah mengakhiri hubungan satu sama lain.
Tujuan dari closure tentu saja agar kedua pasangan merasa lebih aman dan lega dalam melanjutkan hubungan atau kehidupan selanjutnya tanpa perlu membahas atau mengungkit-ungkit kembali peristiwa masa lalu.
Jadi, ketika kamu merasa ada banyak hal yang perlu dipertanyakan agar hubungan dapat berakhir dengan baik dan sehat, maka inilah yang dinamakan sebagai closure. Banyak orang yang tidak sadar bahwa sebenarnya dirinya sedang membutuhkan closure dari hubungan lamanya.
Tentu, banyak juga faktor yang membuat mereka kenapa tidak ingin meminta hal tersebut. Bisa jadi, karena pasangan terlanjur punya pasangan baru, gengsi, atau bahkan takut dianggap gagal move on.
Hidup dengan penuh tanda tanya bukanlah suatu hal yang diinginkan oleh siapapun, mungkin kamu salah satunya.
Contoh Closure dalam Sebuah Hubungan
Closure sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara. Jika kamu masih bingung, mungkin beberapa tips ini dapat membantu kamu.
1. Bertemu langsung
Meski pertemuan kali ini terasa sangat aneh, karena kamu bukan lagi sebagai pasangan, tetapi tetap harus dilakukan agar mental dan fisik tetap sehat ke depannya. Kamu bisa meminta waktunya untuk bertemu secara langsung dan membicarakan hal-hal yang mungkin masih belum selesai dan perlu dipertanyakan.
Salah satunya, alasan kenapa hubungan tersebut sudah tidak bisa lagi untuk dipertahankan. Jika memang tidak ada peluang untuk kembali, maka cobalah untuk saling memaafkan dan berterima kasih atas masa-masa indah yang pernah dikenang. Buatlah kesepakatan untuk tidak mengganggu satu sama lain dan melanjutkan kehidupan tanpa adanya rasa dendam.
2. Menuliskan surat perpisahan
Ada banyak orang yang juga menulis surat perpisahan, bukan untuk dikirim, melainkan sebagai tempat meluapkan emosi. Namun, tetap ditujukan pada mantan kekasihnya. Hal ini membantu perasaannya agar lebih lega dan tidak terbebani dengan masalah yang ada.
Mereka khawatir bila dikirim justru akan membuka lembaran luka yang baru lagi. Apalagi jika sampai ada kesalahpahaman keduanya yang akhirnya memicu perdebatan dan membuat kamu semakin sakit. Maka itu, tidak perlu dikirim sebagai bentuk penjagaan terhadap diri sendiri.
3. Self healing
Mungkin kamu bertanya-tanya, “kok self healing bisa bagian dari closure?”. Sama halnya dengan poin sebelumnya, meski tidak berkomunikasi dengan mantan, tetapi kamu dapat melakukan closure dengan cara satu ini.
Self healing dapat melakukan refleksi diri dan memberikan afirmasi pada diri sendiri bahwa berakhirnya hubungan bukan berarti kamu perlu menyudahi semuanya. Ini menjadi cara bagi mereka untuk menutup hubungan dengan menerima semua kenyataan dan menyembuhkan luka secara mandiri.
Itulah penjelasan tentang arti closure dalam sebuah hubungan. Jika kamu juga mengalami hal ini, kamu juga bisa kok self healing dengan membeli rangkaian bunga kesukaan di Athaya sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri karena sudah berani untuk menutup luka yang dibuat oleh orang lain. Kami siap memberikan kebahagiaan tanpa batas bagi kamu yang butuh kehangatan dan ketenangan melalui rangkaian bunga segar dari Athaya.







































