
Tidak selamanya hubungan dapat berjalan sesuai keinginan. Kadang, ada banyak hal yang tidak dapat diprediksi terjadi setelah hubungan berjalan, seperti kesalahpahaman, emosi yang mulai menumpuk, bosan, rasa sayang memudar, dan sebagainya. Dalam kondisi seperti ini, ada beberapa pasangan yang justru langsung mengakhirinya. Namun, ada juga yang memilih untuk break untuk meredakan emosi sesaatnya. Apa sih arti break dalam sebuah hubungan?
Arti Break dalam Sebuah Hubungan
Tidak mungkin suatu hubungan dikatakan dalam fase break jika hanya salah satu pihak yang melakukannya. Sebab, jika begini, kemungkinan besar setelahnya akan putus bahkan lost contact tanpa kejelasan.
Oleh sebab itu, break terjadi ketika pasangan telah mengambil kesepakatan bersama untuk jeda dari hubungannya, bukan untuk selamanya, melainkan sementara waktu. Jadi, ini bukan berarti mengakhiri hubungan tersebut. Itulah arti break dalam sebuah hubungan.
Tujuannya, agar setiap pasangan memiliki waktu dan ruang tersendiri merenungkan kesalahannya sekaligus mengembalikan pikiran yang jernih. Dalam fase ini, penting bagi pasangan agar menyadari dan memperbaiki kesalahannya selama ini.
Kamu juga dapat memutuskan untuk break ketika sedang berdebat hebat namun masih dengan perasaan yang sama. Daripada harus mengambil keputusan dalam kondisi emosi yang mana pastinya kamu akan menyesalinya di kemudian hari, lebih baik untuk mencari waktu sendiri terlebih dahulu lalu kembali dengan suasana yang lebih tenang.
Manfaat Break dalam Sebuah Hubungan
Tentunya tak sedikit pasangan yang sudah melalui fase seperti ini. Sebab, manfaat break sendiri dalam sebuah hubungan memang sangat banyak. Diantaranya adalah:
1. Untuk mengintrospeksi diri
Dalam kondisi emosi yang tak stabil, siapapun bisa berkata hal yang tak pantas hingga berdampak buruk pada hubungan. Oleh karena itu, ambillah waktu untuk break dan lakukan introspeksi diri. Saat break, kamu bisa mengevaluasi kembali apa yang sebenarnya dirasakan dan diharapkan dari hubungan ini. Perbaiki kesalahan dan mulailah menata hubungan yang lebih baik.
2. Menenangkan pikiran
Hubungan yang sehat tercipta dari komunikasi yang lancar dan searah. Jika kamu merasa sedang muak dengan pasangan karena kesalahannya atau apapun itu, maka ambillah jeda atau break untuk menenangkan pikiran, sekaligus memberikan kesempatan pada pasangan untuk mengintrospeksi dirinya sendiri.
3. Memperbaiki komunikasi
Saat break, tentu saja akan merasa sangat asing karena kamu sudah terbiasa berkomunikasi dengan pasangan meski kadang cuek. Nah, dengan adanya break, maka akan mengumpulkan rasa rindu untuk bertemu dan berkomunikasi secara langsung dengannya. Selain itu, kamu biasanya dapat berbicara lebih tenang tanpa saling menyalahkan satu sama lain.
4. Menghindari keputusan yang salah
Tak sedikit pasangan yang justru menyesali keputusannya setelah benar-benar putus. Saat emosi, kamu akan sulit mengontrol diri termasuk perasaan, bahkan bisa saja benar-benar menyakiti hatinya.
Nah, break akan menjadi jalan tengah untuk merenungkan apakah hubungan ini memang layak dipertahankan atau tidak. Dengan begitu, kamu tidak akan menyesali keputusan yang diambil nantinya.
Durasi break ini sendiri dapat ditentukan dan disepakati oleh kamu dan pasangan namun jangan terlalu lama untuk menghindari lost contact.
Setelah fase break selesai dan memutuskan untuk kembali, jangan biarkan hubungan kembali terjebak seperti sebelumnya. Sebagai bentuk apresiasi terhadap hubunganmu, maka ungkapkanlah perasaan tersebut lewat buket bunga indah dari Athaya. Kadang, bunga menjadi media yang lebih menyentuh hati untuk menyampaikan isi hati seseorang. Pengiriman bisa dilakukan secara online ke seluruh Indonesia. Yuk, konsultasikan bunga favorit pasanganmu disini!






































